FBI Tutup MegaUpload, Anonymous Serbu Situs FBI

Setelah sebulan lebih tidak mengupdate blog, saya putuskan untuk menulis tentang berita teknologi yang sedang heboh sekarang, yaitu mengenai perang cyber yang katanya akan segera dimulai.
Anda pasti sudah sering mendengar MegaUpload bukan? Ya, MegaUpload merupakan salah satu file hosting terbesar di dunia. MegaUpload memiliki 180 juta pengguna terdaftar, 50 juta pengunjung harian, 12 milyar file tersimpan, dan 100 petabytes kapasitas penyimpanan. (dikutip dari situs MegaUpload)
Walaupun Rencana Undang-undang SOPA dan PIPA belum diresmikan menjadi Undang-undang FBI melakukan langkah berani dengan menutup situs cyberlocker Megaupload. Penyelidik federal menuntut Megaupload karena menyimpan file-file ilegal dengan potensi kerugian sebesar $500 juta. Tindakan FBI ini dirasa sungguh berani apalagi waktunya berdekatan dengan protes besar-besaran yang dilakukan website-website di Internet atas RUU SOPA dan PIPA. (di sini saya tidak akan menjelaskan apa itu SOPA dan PIPA, yang belum tau silakan tanya mbah Google.)

Kelompok Anonymous tampaknya tidak senang dengan ditutupnya Megaupload. Pesan itu disampaikan lewat akun @YourAnonNews.

"Pemerintah menutup #Megaupload? 15 menit kemudian #Anonymous menutup situs pemerintah dan label rekaman. #NantikanKami," demikian kurang lebih bunyi tweet ancaman mereka.

Seperti disampaikan oleh TechCrunch, beberapa pihak tak lama kemudian jadi sasaran serangan Anonymous. Salah satunya adalah situs FBI yang menurut beberapa laporan telah mengalami gangguan. Selain itu, Anonymous menyerang situs Universal Music, RIAA (asosiasi industri rekaman), MPAA (asosiasi industri film) dan Departemen Kehakiman AS. Menurut tweet @YourAnonNews, serangan ini merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan Anonymous. "Sebanyak 5.635 orang telah memastikan menggunakan #LOIC untuk menjatuhkan situs-situs! #Anonymous," demikian tweet itu.

Serangan Anonymous kali ini diberi label "OpMegaupload". Seperti biasa, Anonymous memanfaatkan jejaring mereka yang tersebar luas dan sulit dideteksi. Menurut Gawker, Anonymous menggelar serangan itu dengan menyebarkan tautan di berbagai tempat, mulai dari Twitter hingga chatroom mereka. Jika tautan itu diklik, maka pengguna akan langsung menjalankan serangan ke situs yang jadi sasaran. Serangan memanfaatkan peranti Low Orbit Ion Cannon (LOIC) yang berjalan otomatis dari sebuah halaman di PasteHTML.


referensi :
http://www.gamexeon.com/
http://tekno.kompas.com/

Post a Comment